Sains, Health,etc
Posts tagged Tuhan
Apa Artinya Tanah Perjanjian Tanpa Tuhan?
Jan 3rd
Written by : Yunita Stella
Beberapa waktu sebelum tahun 2010 berlalu, pertanyaan ini berbicara begitu kuat dalam hati saya “Apakah artinya tanah perjanjian tanpa Tuhan..?? Apakah artinya mencapai kemenangan demi kemenangan tanpa Dia secara pribadi turut merayakannya dengan saya..??”
Saya merenungkan perikop ini :
Saat itu Tuhan berfirman kepada Musa untuk pergi menuju negeri yang telah dijanjikan Allah. Tuhan sendiri berkata bahwa IA akan mengutus malaikatNya untuk menghalau semua musuh mereka dan menjamin bahwa bangsa Israel akan menduduki tanah perjanjian tersebut, namun IA sendiri tidak akan berjalan di tengah2 mereka.
Istilah saya, bangsa Israel akan berhasil menduduki tanah perjanjian tanpa Tuhan. Mereka akan sampai pada janji, namun mereka kehilangan Sang Pemberi janji..!!
Waktu itu Tuhan ajukan pertanyaan yang sama dalam hati saya :
“Nita, bagaimana jika AKU memberikan semua apa yang menjadi kerinduan hatimu, hasrat dan impianmu, namun AKU secara pribadi tidak bisa bersama2 dengan engkau..??”
Saya akui, sebagai pribadi, saya mempunyai banyak impian, kerinduan dan banyak hal yang ingin saya raih dalam hidup saya. Namun, ketika saya merenungkan bahwa saya dapat mencapai itu semua tanpa kehadiran Tuhan, saya sangat sadar bahwa itu semua tidak akan ada artinya sama sekali..!!
(Bukan hanya sia2 dan tidak ada artinya, tapi hal tersebut adalah “gawat”, benar2 gawat..!! Apakah anda tidak berpikir demikian..??! Bukankah hal yang “gawat” ketika kita mengira kita disertai dan diberkati Tuhan, padahal IA sudah tidak lagi bersama dengan kita..?? Bukankah “gawat” ketika kita masih dapat menikmati kuasa tanganNya tanpa pernah mengalami perjumpaan dengan pribadiNya..??!!) More >
Apakah Tuhan Itu Ada?
Feb 9th

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Professor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya diruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya, mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari, Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam.
(Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein).
Sumber: endraithuujelek.wordpress.com
