Oscar World
Sains, Health,etc
Sains, Health,etc
Oct 25th
Secangkir kopi mengandung sekitar 80 miligram kafein, dan satu cangkir teh atau satu soda mengandung sekitar 50 miligram kafein. Cokelat juga mengandung kafein dan teobromin, yang berperan seperti kafein. Semua jenis minuman ini sudah umum bagi semua lapisan masyarakat. Namun, demi kesehatan kita yang sangat berharga, kita semua perlu untuk mengetahui fakta-fakta tentang kafein, sehingga kita bisa mengampil keputusan yang bijaksana dalam mengonsumsinya.
F. Batmanghelidj, MD, salah seorang dokter holistk modern yang ahli dalam pengobatan terapi air, mengungkapkan delapan dampak negatif kafein bagi kesehatan:
Oct 24th

Di akhir zaman ini, Tuhan akan membangkitkan dan memakai sebuah generasi yang penuh dengan otoritas dan kuasa Allah. Generasi yang tidak dikenal orang sebagai individu per individu tapi orang akan berkata,”Generasi yang berbeda…”. Kesatuan tubuh Kristus akan dinyatakan.
AMIN!
Oct 21st
Dari dulu mikir kalau aq ini ga kreatif, py pandangan kalau cari kerja sulit, bikin TA susah, dll. Tapi akhir-akhir ini merasa semua datang dengan sendirinya… semua bener-bener kasih karunia bahkan sekarang kepalaq penuh ama ide-ide gila, proyek-proyek sangar. hahahahaha……..
Thx for Holy Spirit…:D
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)
Oct 20th

Hari ini bangun pagi trus olahraga jalan pagi for the 1st time in Surabaya.:p (maklum jarang olahraga)…
“Kemana ya enaknya rute perjalanane?” pertanyaan yg aq ajuin ke Roh Kudus.
Ternyata cuma disuruh jalan menyusuri jalan besar perumahan sampai ujung.
“ehm….Ok lah” pikirq.
Setelah beberapa saat jalan dan hampir sampai ujung jalan, aq liat banyak banget orang pada kumpul dan ga lama setelah itu ada yang teriak-teriak. Pertama sih dengerku “Maling maling maling…” tapi setelah aq denger lagi kok jadi dengernya “Balek balek balek….“.(WKWKWKWK…….:D) Jadinya ya nyantai-nyantai aja jalannya, aq pikir ada lomba lari.hahahahaha….. More >
Oct 2nd
Brother Lawrence, pengarang buku “Practicing The Presence of God” (mengalami hadirat Tuhan), lahir di Prancis pada tahun 1605. Ia luka parah dalam perang dan cacat seumur hidupnya. Segera setelah perang selesai, ia masuk ke monastery (seminari) dimana dia diberi tugas di dapur.
Pada mulanya, ia merasa rendah dan terhina dengan posisinya. Selama beberapa tahun, ia melakukan tugasnya dengan hati yang berat, tetapi ia tetap melakukanya setiap hari sampai lambat laun ia mulai menyadari sikapnya yang tidak baik.
Ia mulai sering mengingatkan dirinya bahwa hadirat Tuhan selalu ada bersama dia, bahwa Tuhan begitu real dan sangat dekat kepadanya. Keyakinannnya ini membawanya dalam hubungan dengan Tuhan yang makin lama makin intim dan dalam. Semakin hari rasa cintanya kepada Tuhan semakin besar. Dimana saja dan ketika sedang mengerjakan apa saja, Brother Lawrence selalu membangun keintiman dengan Tuhan. sebegitu dekatnya dia merasakan keberadaan Tuhan sehingga ketika ia melakukan pekerjaannya, ia selalu mengerjakan dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian. Bahkan diceritakan bahwa seringkali ketika ia mencuci piring, ia betul-betul ingin mempersembahkan hasil terbaik buat Tuhan. Itu sebabnya ia akan mencuci piring dengan penuh cinta untuk Tuhan. Ia memastikan semua piring betul-betul bersih tanpa noda. Saat piring yang dicucinya kurang bersih, ia akan menangis begitu dalam. Ia merasa telah tidak memberikan yang terbaik untuk kekasih hatinya yang sangat ia cintai. Brother Lawrence mentransformasi tugas-tugas di dapur menjadi pengalaman surgawi yang penuh kemuliaan.
Beberapa tahun kemudian, wajah Brother Lawrence berubah. Banyak orang menyaksikan bahwa kedekatan romo yang satu ini dengan Tuhan sedemikian dalamnya sampai wajahnya pun bersinar seperti Musa yang setelah bertemu Tuhan muka dengan muka, wajahnya menjadi bercahaya.
Dia tidak dikenal sebagai orang yang melakukan mujizat. Dia juga tidak membangun sebuah gereja yang besar ataupun melakukan sebuah karya misi yang luar biasa. Dia hanya dikenal sebagai orang yang “mencintai Tuhan dalam kesederhanaannya”. Di tengah segala kesibukannya, ia selalu menyembah Tuhan dan tidak pernah mengijinkan pikirannya menjauh dariNya sedetikpun. Ia telah menunjukkan bahwa sebuah dapur pun dapat berubah menjadi shekinah glory, ruang maha kudus Tuhan. Kedekatannya dengan Tuhan telah banyak menarik orang kepada Sang Pencipta.
http://www.practicegodspresence.com/reflections/heart_for_god.html
Sumber: