Sains, Health,etc
Spesial
Kisah Anak Yang Berbakti, Kuliah Sambil Mengurus Ayah di Kelas
Jul 14th
Cinta seorang gadis ini terhadap ayahnya memang patut dipuji. Saat dirinya terjebak dalam kesibukan kuliah, dirinya masih menjaga ayahnya yang tubuhnya lumpuh sebagian.

Xu Dahui yang saat ini tengah belajar mendalami teknik elektro dan mekanik di Institut Bioengineering Wuhan, terus membawa ayahnya yang sedang sakit saat ia sedang mengikuti kuliah. Tidak hanya saat ia sedang kuliah, Xu Dahui juga menjaga ayahnya saat dirinya bekerja di kantin kampusnya. Meskipun sibuk membagi waktu mengurus orang tua dan belajar, secara mengagumkan Xu Dahui terus berada di peringkat teratas dalam hampir seluruh mata kuliahnya.
“Keadaan tidak mempersulit hidup saya. Saya anak satu-satunya, jika berhenti kuliah, siapa yang akan menjaganya (ayah Xu),” ungkapnya Xu seperti dikutip Changjiang Daily, Sabtu (29/5/2010).
Xu memutuskan untuk membawanya ke kampus karena ibunya juga tidak mampu merawat sang ayah, karena sakit yang ia derita. Ayah Xu menderita pendarahan otak akut, yang menyebabkan sebelah badannya mengalami kelumpuhan parsial.
Selama merawat kedua orang tuanya, Xu selalu dipenuhi dengan jadwal yang padat. Dimulai bangun pagi untuk membeli sarapan, yang kemudian dilanjutkan membangunkan ayahnya dan mengurusnya sebelum hendak ke kampus. Perjalanan dari rumah ke kampus pun memakan waktu sekira satu jam.
Saat kembali dari kuliah pun, Xu harus disibukan kembali dengan memasak untuk makan malam bagi ibu dan ayahnya. Sebelum belajar pada malam hari mahasiswi manis ini juga membiasakan untuk memijat ayahnya selama 30 menit, sebelum sang ayah tidur.
Pihak universitas yang tersentuh dengan kisah hidup XU, akhirnya menawarkan apartemen universitas untuk keluarga Xu tinggal secara gratis. Ia juga bekerja di kantin kampus dan menjual pulsa telepon selama tiga jam, selama jeda perkuliahan. (okezone)
5 Pahlawan Cilik yang Mengagumkan
Mar 8th
Waktu kita kecil mungkin gak bakal kepikiran berada dalam situasi-situasi yang dialami dan dipikirkan bocah-bocah ini..Waktu yang paling darurat bisa jadi ketika apa yang kita minta sama orang tua tapi gak diturutin. Nah, berikut ini ada sedikit kisah tentang 5 bocah extraordinary yang bisa berbuat sesuatu yang “BESAR” walaupun orang lain menganggap mereka “kecil”.
1. Nathan Thomson
Bocah 9 tahun yang menyelamatkan ibunya dari tikaman orang tak dikenal
![[Image: 83321610.jpg]](http://img402.imageshack.us/img402/9967/83321610.jpg)
Bocah ini tertusuk di bagian wajah saat dia berkelahi untuk menyelamatkan ibunya dari seorang tak dikenal. Nathan Thomson melompat ke atas punggung Hugh Clark, seorang pemabuk yang ingin menusuk ibu Nathan, Ena saat mereka berada di jalan malam hari.
Pemabuk itu lalu beralih ke arah Nathan dan menghunuskan pisaunya ke arah Nathan setelah menusuk Ena sebanyak 8 kali. Beruntung keduanya selamat dan peristiwa ini berhasil dihentikan pihak berwajib yang berada di sekitar tempat kejadian.
2. Charlie Simpson
Bocah 7 tahun yang bersepeda keliling kota untuk mengumpulkan sumbangan bagi para korban gempa Haiti.
![[Image: 80631439.jpg]](http://img402.imageshack.us/img402/787/80631439.jpg)
Charlie mengawali usahanya dengan pesan singkat “Namaku Charlie Simpson, aku sedang berusaha mengadakan kegiatan sponsor bersepeda untuk Haiti karena di sana sedang terjadi gempa dan banyak orang kehilangan nyawa karenanya. Aku ingin mengumpulkan uang untuk membeli makanan, air dan tenda bagi seluruh korban Haiti”
Charlie berharap untuk mengumpulkan uang sebanyak 500 euro dengan bersepeda sejauh 15 mil di sekitar taman kota.Namun usahanya telah menyentuh hati banyak orang dan membuatnya mengumpulkan 120.000 euro bagi korban Haiti.
3. Lin Hao
Anak laki-laki yang menyelamatkan teman sekelasnya saat gempa.
![[Image: 96573915.jpg]](http://img402.imageshack.us/img402/1661/96573915.jpg)
Lin Hao duduk di kelas 2 sekolah dasar dan menjadi ketua kelas dari 30 teman-temannya. Saat gempa bumi datang, seluruh bangunan runtuh dan menimpa Lin Hao serta teman-temannya. Seluruh kelas berusaha menyelamatkan jiwa masing-masing. Namun sebelum Lin Hao lari dari bencana itu, dia kembali ke reruntuhan dan menyelamatkan kedua temannya yang tersangkut di antara puing.
Ketika ditanyakan mengapa dia mau mempertaruhkan nyawanya untuk kedua orang temannya, dengan enteng dia menjawab, “Aku adalah ketua kelas dan sudah seharusnya aku bertanggung jawab atas teman-temanku”
4. Alexis Goggin
Bocah tujuh tahun yang menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi nyawa ibunya.
![[Image: 36565953.jpg]](http://img402.imageshack.us/img402/2251/36565953.jpg)
Alexis Goggin, bocah yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar ini diberi predikat sebagai “malaikat dari surga” setelah dia melompat di depan seorang pria bersenjata dan menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk menghalau 6 peluru yang ditujukan pada ibunya.
Ibu sang gadis, Selietha Parker, 30, tertembak di bagian kiri pelipis dan lengannya oleh pacarnya yang mengamuk dan sebelum dia menembakkan pelurunya lagi ke arah Selietha, Alexis melompat ke hadapan sang penembak dan memohon agar tidak mengambil nyawa ibunya. Beruntung nyawa keduanya masih bisa terselamatkan.
5. Ibrahim Ouaida
Bocah 8 tahun yang tenggelam setelah menyelamatkan kakak perempuannya.
![[Image: 36907231.jpg]](http://img402.imageshack.us/img402/8057/36907231.jpg)
Saat itu juga Ibrahim datang dan berseru “Aku datang kakak, aku datang”. Ibrahim menarik kepala Sarah ke permukaan dan menjaga agar mereka tetap terapung dengan tetap berkata, “Aku menyayangimu kakak, kau akan baik-baik saja”.
Setelah seorang rescuer datang, Ibrahim memintanya untuk menyelamatkan kakaknya yang sudah tak sadarkan diri dan berkata “Tolong selamatkan dia, ibuku membutuhkannya, dia sangat berarti”.
Setelah sang rescuer menarik Sarah ke pantai dan mencari Ibrahim, nyawanya sudah tak tertolong. Atas jasanya Ibrahim diberi “Bravery Medal” oleh pemerintah setempat.
Sumber :
ulax.wordpress.com
Hachiko, Anjing yang Setia
Mar 2nd
Hachikō (ハチ公 ?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 ,Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.
Kisah hidup
Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo. More >
Kasih Tak Terbatas Seorang Ibu
Feb 14th


12 Mei 2009 Wen Chuan, salah satu daerah yang paling parah terkena gempa. Sukarelawan yang bertugas saat itu menemukan pemandangan yang memilukan
“Lihat itu, ada seorang wanita di sana”
Dari balik reruntuhan tampak jenazah seorang wanita, dan ada sesuatu di bawahnya, seorang bayi.
Ibu itu tampak berlutut dengan sikap sempurnya kepada Tuhan memohon dengan sisa2 tenaganya yang terakhir untuk diberi kekuatan melindungi bayinya.. Tubuhnya tampak seperti berdoa dengan sangat khusuk. Sang anak tidak terluka sama sekali
Di bawah selimut bayi itu, para sukarelawan menemukan ponsel dengan sebuah tulisan di layarnya
” Anakku tersayang, bila kau hidup, ingatlah ini, mama akan selalu mencintaimu”
Sang bayi kehilangan ibunya. Tapi dengan seluruh hidupnya, dia akan ingat bagaimana cinta seorang ibu adalah cinta terhebat di dunia
Foto aslinya


Sumber:
A Good Police
Feb 14th



12 Mei 2009. beberapa jam sebelum gempa bumi, seorang polisi bernama Li Guolin sedang mengadakan pertemuan dengan rekan-rekannya ketika seekor anjing polisi masuk dan menarik-narik kaki Li Guolin, mendesaknya segera keluar dari ruangan tersebut. Anjing itu menyelamatkan Li Guolin dan 7 polisi lainnya.. Menyadari apa yang terjadi Li Guolin segera mengayuh sepedanya ke sekolah lokal di mana anaknya Li Wangziguo berada saat itu.
Bangunan sekolah dan beberapa bangunan lainnya hancur total, terdengar suara tangis murid2 yang terjebak dalam reruntuhan. Sekolah Li Wangziguo terdiri dari 5 lantai, namun hanya 3 yang masih dikenali. Li Guolin berteriak panik memanggil anaknya… Dalam kepanikannya dia mendengar suara tangisan yang tidak asing lagi, suara tangisan Li Wangziquo. Anak itu terkubur cukup dalam namun dalam keadaan sadar. Li Guolin tidak dapat menjangkaunya. Tiba-tiba seorang ibu memanggilnya dengan putus asa
“Pak Polisi, tolong, anak saya terkubur di reruntuhan.”
Ternyata yang minta tolong tidak hanya satu orang, banyak orang tua yang kebingungan bagaimana menolong anak mereka. Sebagai polisi pertama yang tiba di tempat kejadian. Li Guolin merasa wajib menolong mereka. Dia berkata pada anaknya.
“Wangziguo, bertahanlah, beranilah, Ayah akan menolong mereka dulu”
Li Guolin segera memberikan instruksi pada semua yang ada di sana
“Tolong yang bisa ditolong, tolong yang terkubur paling dangkal terlebih dahulu”
12 Mei 2009 : Li Guolin menghabiskan seluruh waktunya menolong anak2 yang bisa diselamatkan
13 Mei 2009 : Bantuan datang dan mulai menyelamatkan anaknya Li wangziguo
14 Mei 2009 : Li Wangziguo meninggal setelah sekian lama berjuang
Foto penyelamatan Wangziguo, ga
Foto nyata:

Sumber:
